Selasa, 24 Oktober 2017

Ketika Sabar Bertemu Ujung

When the life losing its way of direction, all left is the loneliness.

Berhenti memiliki harapan berarti siap menunggu kematian. 
Hati akan mulai dipenuhi rasa sedih sepanjang hari, kesepian, tak bersemangat.. Dunia seakan gelap baginya, yang tak lagi memiliki harapan. 

Lelah bergelut dengan problematika hidup. 
Sabar yang selama ini dimiliki akan segera bertemu ujung. 

Mengenang kembali masa-masa muda yang masih kuat, sehat dan bergairah penuh harapan.

Itu lah masa nya. Masa dimana dia dan mereka yang mengendalikan kehidupan. Namun kini hanya menjadi penonton.

Dalam kesepian dan kesedihannya, dia merindukan ibu dan ayahnya. 
Berharap mereka berada disana bersamanya, untuk menghapus kan kesedihan, sebagaimana yang selalu mereka lakukan ketika masih anak-anak. 

Merenungi kehidupannya. Yang hampir selesai. Tak ada lagi kebahagiaan dalam hatinya. Sepi seakan sudah menunggu untuk mati.

Rabu, 18 Oktober 2017

I'v been thinking about what I supposed be in the future. In everyway I feel uncertaintly at live life that I think I wanted. I just thinking to keep moving, moving around wishing find the bright things I exactly want to do. And I wish I can find someone on my way in finding the life. I think how romantic it would be.

Kamis, 21 September 2017

Life is a journey. So we must keep moving until it ends. What we found on the way is a gift should we thanked. Whenever we have a chance to move, just move. Don not think about tje result coz never try never know.

Senin, 18 September 2017

Misteri Malam

Perjalanan malam menelusuri sungai dengan kapal air yang dinahkodai pria tua berkacamata.
Bertolak dari dermaga batu hingga dermaga Sambas dengan durasi +- 3 jam.
Destinasi yang dijamu dengan pemandangan hutan di sepanjang tepian sungai.
Sebuah hutan yang terlihat asing, membawa khayal ke dunia entah berantah.
Sepi, gelap, dingin dan mencekam.
Seolah bercerita sebuah misteri makhluk-makhluk hutannya.
Ditepian sungai dengan air yang tenang lolongan jeritan hembus angin terdengar seperti tangis bayi setan menggugurkan nyali siapapun disana.
Seorang ibu muda mempererat pelukan pada bayinya, merasakan atmosfir yang berkesan angker.
Sang bayi terlihat berumur tidak lebih dari 3 bulan meringkuk menerima perlindungan ibunya. Tidak ada tangisan, seolah menyadari akan situasi bahaya.
Tidak terlihat satupun penumpang ingin berbicara. Hanya menyaksikan dan merasakan bahaya yang jika datang. Sebagian merebahkan tubuh mereka dan berlayar didunia mimpi.
Pada akhirnya dengan Kebesaran Allah hingga kapal air menepi di dermaga Sambas dengan aman.

Rabu, 23 Agustus 2017


Diruang Waktu Mana Cintanya Menguap

Akan ku ceritakan padamu sebuah cerita tentang harapan cinta. Semua berawal dari sebuah pertemuan yang meninggalkan bekas. Pertemuan yang cukup lama menumbuhkan cinta dihati masing-masing. Mereka menjalani hari  bersama-sama. Keduaanya begitu mabuk kepayang oleh perasaan cinta. Namun keduanya juga ragu untuk lebih mendekat. Cinta dan keyakinan menjadi pembatas hubungan mereka. Kemudian mereka pun berpisah dengan "tak ada satu kata pisah" sama seperti awalnya yang "tak pernah ada kata memulai". Hari demi hari dia membawa cintanya,  tak tahu hendak dibawa kemana dan diapakan.  Bulan demi bulan cinta itu masih dibawa Hingga akhirnya hampir 3 tahun lamanya cinta itu membuat hatinya lelah dan kebas. Dari pertemuan itu, dia tidak pernah menginginkan siapun lagi.  Dia berubah dari yang dulu seorang pencinta lelaki kini dia tak pernah mencintai dan mempunyai hubungan apapun, tak pernah sekalipun. kemanakah perginya dia yang dulu memiliki banyak pengagum? Kini dia sendiri,  menunggu hal yang tak pasti.
Pernah ada disuatu waktu, datang seorang yang hendak meminangnnya.  Dia sangat bingung memikirkannya. Disatu sisi dia ingin menerima dan disisi lain dia juga ingin mengetahui bagaimana akhir dari perasaannya. Dia mengatakan bahwa kalau pun suatu saat nanti dia diharus menikah,, dia ingin melihat lelaki yang dicintainya menikah lebih dulu. Agar dia tahu bahwa lelaki itu memang bukan jodohnya. Atau jikapun harus, dia ingin memastikan apakah ada rasa yang tersisa untuknya dan maukah menikah dengannya. Agar semua menjadi jelas dan tak akan ada penyesalan dikemudian hari.
Lelaki itu seorang yang berjiwa bebas. Pemimpi.  Dan berambisi. Begitu mengagumkan. Tak hanya satu atau dua yang mengidamankannya untuk menjadi pendamping. Lelaki itu bahkan sangat populer dikalangan kaumnya. Dia dihormati, disegani, sosok yang menginspirasi sekaligus membuat iri hati. Sebegitu mengagungnya lelaki itu dia merasa sangat buruk baginya.
Disepenggal waktu lainnya,  akhirnya dia memutuskan untuk melepaskan cintanya dan membebaskan hatinya yang selama ini terpenjara oleh perasaanya sendiri. Dia mulai berfikir untuk mulai mencari sebuah impian. Dan memulainya. Mimpi baru yang mungkin akan membawanya pada hal yang membahagiakan lainnya.
Disini lah cintanya menguap.  Disepotong waktu yang mengubah cinta menjadi cita-cita.